Arsip Tag: Kajian Strategis

Penerapan Inovasi untuk Pertanian Pedesaan di Indonesia

Oleh : Ma’ruf Muhammad Fajar

Indonesia termasuk salah satu negara agraris dimana mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran petani bagi Indonesia sangatlah penting dimana tanpa petani seluruh rakyat Indonesia tidak akan bisa mencukupi kebutuhan pangan mereka, sayangnya profesi petani selalu di pandang sebelah mata oleh masyarakat. Hal ini  tentunya akan membuat minat masyarakat terhadap pertanian menurun sehingga masa depan pertanian di Indonesia bisa terancam. Pertanian di Indonesia seharusnya menjadi salah satu sektor yang diberi perhatian khusus oleh pemerintah karena sektor ini begitu krusial dimana melihat potensi potensi sumber daya alam yang melimpah selain itu juga sektor ini juga bisa menjadi eksportir bagi negara yang nantinya pasti akan menguntungkan, banyak produk produk pertanian di Indonesia yang telah di ekspor misalnya saja produk produk tanaman perkebunan ( hortikultura ) dan juga kelapa sawit. Lanjutkan membaca Penerapan Inovasi untuk Pertanian Pedesaan di Indonesia

Petani Terakhir

Bagaimana pendapatmu tentang anak tunggal ? Menjadi seorang pewaris satu-satunya dalam sebuah keluarga, menjadi satu-satunya harapan oleh kedua orang tua untuk melanjutkan silsilah keluarga. Atau mungkin menjadi seorang ayah yang memiliki anak anak yang satupun dari mereka tidak mempunyai cita-cita dan jalan pikir yang sesuai dengan harapanmu ?  Saat tak ada satupun dari mereka Lanjutkan membaca Petani Terakhir

Petani Menagih Janji: Saatnya yang Muda yang Berkarya

Permasalahan yang ada di sektor pertanian banyak dan kadang satu masalah selesai yang lain datang lagi, sama seperti roda yang terus berputar. Permasalahan yang terus membayang-bayangi kehidupan petani dan pertanian justru kadang tidak dirasakan oleh petani itu sendiri, padahal berpuluh-puluh tahun pertanian telah menjadi salah satu sektor penting yang turut menghidupi bangsa ini namun kebijakan yang berpihak pada pelaku pertanian itu sendiri sering dikesampingkan. Malah, permasalahan dan perdebatan itu secara sengaja dilupakan dan dihilangkan dari permukaan tanah air ini. Mulai dari suara-suara besar yang Lanjutkan membaca Petani Menagih Janji: Saatnya yang Muda yang Berkarya

Hari Tani Nasional! Apa Kabar ?

Satu lagi bulan yang harusnya menjadi catatan penting bagi kita semua, masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa pertanian Indonesia yang merupakan calon generasi pembangun peradaban baru yang luar biasa. Bulan yang di dalamnya terdapat satu hari yang tak kalah pentingnya untuk kita peringati dan kita rayakan bersama-sama. HARI TANI NASIONAL. Lanjutkan membaca Hari Tani Nasional! Apa Kabar ?

Rilis Acara Sekolah Menulis

Oleh : DEMA, KAB, dan PRIMORDIA

Sekolah Menulis atau yang lebih kita kenal SekMen adalah training kepenulisan hasil kerjasama antara tiga lembaga di Fakultas Petanian, yakni DEMA, Primordia, dan KAB. Acara ini diselengarakan pada tanggal 27-28 Agustus 2016 di Gedung A10.301 dan Ruang Seminar KPTU gedung A1 lantai 3. SekMen diselenggarakan dengan tujuan untuk membangun motivasi minat mahasiswa dalam hal tulis menulis dan literasi serta secara langsung mempraktikkannya. Karena kita juga tau bahwa minat baca dan tulis menulis penduduk Indonesia termasuk masih sangat rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Dilansir dari halaman Republika online, Hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebutkan bahwa budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. Sementara Vietnam justru menempati urutan ke-20 besar.

Sasaran utama acara ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian, namun tetap terbuka untuk umum. Peserta yang mendaftar dan menghadiri acara ini berasal dari beberapa fakultas diantaranya Fakultas Pertanian, Kehutanan, Teknologi Pertanian, dan Biologi. Pembicara yang mengisi acara ini adalah Bapak Subejo SP., M.Sc., Ph.D yang merupakan dosen Fakultas Pertanian, Ananda Badudu seorang jurnalis lepas, Karina Inassyiva Rosmala Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian, dan Yongki Sutuyo alumnus Sekolah Vokasi UGM.

Materi yang dipaparkan oleh pembicara masing-masing adalah motivasi tentang manfaat menulis, dan beasiswa apa aja yang bisa didapatkan melalui menulis yang dipaparkan oleh Karina Inassyiva R. Selanjutnya Yongki Sutoyo yang memaparkan materi mengenai pentingnya membaca buku agar semakin memperkaya bahan materi tulisan dan literasi-literasinya. Bapak Subejo memberikan materi mengenai essay yang populis untuk media massa dan tips serta trik agar essay yang di buat bisa diterima di media massa tersebut. Serta Ananda Badudu memberikan materi mengenai cara menulis essay yang benar dan juga mendampingi mahasiswa secara langsung dalam praktik menulis essay. Pemaparan materi yang menarik dari para pembicara membuat para peserta antusian mengikuti acara ini. Harapan yang ingin didapatkan adalah mereka termotivasi untuk mulai menulis dan tidak menyerah begitu saja ketika mengalami kegagalan.

Di akhir acara Sekolah Menulis ini para peserta diminta untuk membuat essay. Essay yang telah dibuat selanjutnya akan dipublikasikan melalui Official Account Line ke tiga lembaga yang menyelenggarakan acara ini. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas karya tulis mereka. Pempublikasian ini diharapkan mampu memunculkan rasa bangga dan semangat untuk menulis. Selain itu penghargaan lain yang diberikan kepada mereka yang telah membuat dan mengirimkan essay yaitu sertifikat. Follow up dari kegiatan ini adalah salah satunya adalah pemantauan produktivitas mahasiswa dalam hal kepenulisan melalui grup Sekolah Menulis maupun personal message jika diperlukan.147299829050414729982944601473000739075